Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
G2 Akhiri Kutukan Tujuh Tahun atas T1 di Panggung MSI 2026
G2 Esports sukses menumbangkan sang juara bertahan T1 dengan skor 3-1 sekaligus mematahkan rekor kekalahan panjang mereka selama tujuh tahun terakhir.
League of Legends

G2 Akhiri Kutukan Tujuh Tahun atas T1 di Panggung MSI 2026

Aldonov Danoza - Jumat, 10 Juli 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

G2 Esports akhirnya mematahkan dominasi panjang T1 di panggung internasional setelah menumbangkan wakil Korea Selatan tersebut dengan skor 3-1 pada Lower Bracket Round 2 Mid-Season Invitational (MSI) 2026. Kemenangan ini bukan sekadar memastikan langkah G2 ke babak empat besar, tetapi juga mengakhiri penantian hampir tujuh tahun untuk kembali mengalahkan T1 dalam sebuah seri best-of-five.

Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar di kompetisi kali ini karena T1 yang datang sebagai juara dunia tiga kali berturut-turut harus pulang di peringkat 5-6. Ini menjadi pencapaian internasional terburuk sepanjang sejarah organisasi T1, karena untuk pertama kalinya mereka gagal menembus babak empat besar.

Dilema Rekor Pentakill Caitlyn Peyz dan Catatan Kelam Kekalahan Tragis

Meskipun T1 harus tersingkir, pertandingan dramatis ini melahirkan sejumlah rekor baru dari AD Carry mereka, Kim "Peyz" Su-hwan. Pada game keempat yang berlangsung sengit, ia berhasil mencatatkan pentakill menggunakan Caitlyn serta menorehkan total 17 kill dan 1.713 damage per minute (DPM) yang menjadi angka tertinggi dalam sejarah sirkuit MSI.

Namun uniknya, seluruh pencapaian individu yang memukau tersebut tetap tidak mampu menyelamatkan T1 dari jurang eliminasi. Peyz kini resmi menjadi pemain ketiga dalam sejarah kompetitif League of Legends yang berhasil mencetak pentakill mentereng di ajang internasional tetapi tetap harus menerima kekalahan pahit di akhir laga.

PERTANDINGAN. YANG. LUAR. BIASA.

— LoL Esports, Akun resmi siaran kompetitif League of Legends

PENTAKILL UNTUK PEYZ!

Kegilaan Karakter Kled BrokenBlade dan Rekor Laga Paling Berdarah

Di sisi lain, kegemilangan G2 Esports tidak lepas dari performa luar biasa sang top laner, Sergen "BrokenBlade" Çelik. Menggunakan hero Kled pada game keempat, ia berhasil mengumpulkan 15 kill secara agresif sekaligus menyamai rekor kill terbanyak seorang top laner dalam satu pertandingan internasional yang telah bertahan sejak tahun 2012.

Laga penentu tersebut berjalan sangat menegangkan dan dinobatkan sebagai game paling panjang sekaligus paling berdarah di MSI 2026. Berdurasi 50 menit 57 detik, pertempuran hidup mati dari kedua tim raksasa ini sukses menghasilkan total 61 kill yang tercipta di sepanjang arena map.

Apresiasi Strategi Drafting Dylan Falco dan Langkah Menuju Empat Besar

Banyak penggemar memberikan apresiasi tinggi kepada sang pelatih, Dylan Falco, yang dinilai cerdas dalam meramu strategi drafting untuk mematikan pergerakan T1. Kombinasi pemilihan hero yang tepat serta eksekusi disiplin tinggi dari para pemain membuat G2 mampu mengatasi tekanan mental dari tim tersukses di dunia tersebut.

Berkat kemenangan bersejarah ini, G2 Esports berhak melaju ke babak selanjutnya demi menjaga asa benua Eropa di kancah internasional. Langkah berat berikutnya sudah menanti di depan mata, di mana mereka dijadwalkan akan menantang Lyon Gaming untuk memperebutkan satu tiket krusial menuju babak Grand Final.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait