Rainbow Six Siege Year 10 Season 3: Blackbeard Akhirnya Kena Nerf
Rainbow Six Siege

Rainbow Six Siege Year 10 Season 3: Blackbeard Akhirnya Kena Nerf

Aldonov Danoza - Selasa, 19 Agustus 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ubisoft resmi merilis Designer’s Notes untuk Rainbow Six Siege X jelang update Year 10 Season 3 (Y10S3) Operation: High Stakes yang akan hadir pada 2 September 2025. Catatan ini menyoroti statistik meta dari musim lalu sekaligus detail perubahan balance terbaru, dan yang paling disorot, tentu saja, nerf besar untuk Blackbeard.

Data dari Ubisoft memperlihatkan dominasi Ash dan Ace sebagai attacker paling populer di PC, dengan pick rate mendekati 50% dan win delta sekitar 0,5%. Sementara di sisi defender, Doc memimpin dengan angka serupa.

Nerf untuk Blackbeard dan Penyesuaian Lain

Blackbeard, yang sebelumnya sangat kuat setelah rework H.U.L.L Shield, kini mendapat sejumlah nerf yang cukup signifikan. Perubahan ini termasuk recovery time ADS yang naik, shield yang akan terlipat sepenuhnya saat reload, serta mobilitas yang berkurang.

Selain Blackbeard, operator lain juga mendapat penyesuaian, seperti Echo yang berubah menjadi 2-armor 2-speed, dan beberapa operator lain yang mendapat senjata sekunder baru.

Fenrir dan Lesion kehilangan shotgun sekunder, namun Mira tetap tidak tersentuh meskipun punya ban rate tinggi. Perubahan ini menunjukkan komitmen Ubisoft untuk terus menjaga keseimbangan game.

Dampak pada Esports

Pada Esports World Cup Rainbow Six Siege X musim lalu, meta pick dan ban memperlihatkan dominasi operator seperti Ace, Capitao, Montagne, Mira, Kaid, Bandit, dan Azami. Blackbeard sempat muncul di Grand Final, tetapi jarang jadi pilihan utama.

Artinya, nerf Blackbeard kemungkinan tidak akan mengguncang meta esports secara drastis, setidaknya dibandingkan konten baru yang akan hadir di Operation High Stakes.

Namun, perubahan ini bisa menutup opsi strategi niche yang dulu memanfaatkan kekuatan shield Blackbeard. Komunitas kompetitif akan segera melihat bagaimana perubahan ini berdampak ketika Europe MENA League Stage 2 dimulai pada 8 September hingga 14 Oktober 2025. Pertandingan ini akan menjadi penentu apakah meta baru akan muncul.

Baca Juga :

Esports Kapolri Cup 2026: Polda Metro Jaya Juara MLBB, Kapolri Dorong Peserta Tahun Depan Naik 10 Kali Lipat

HARGAI 2026: UniPin Dorong Game Lokal Indonesia Tembus Pasar Global

Games of the Future 2026 Resmi Berakhir, Ini Para Juaranya!

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait