Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Teamfight Tactics Pisah dari League of Legends, Benarkah Ukuran Gamenya Bakal Lebih Ringan?
Keputusan Riot Games memisahkan Teamfight Tactics menjadi game standalone berbasis Unreal Engine memicu pertanyaan terkait efisiensi ukuran file instalasinya.
League of Legends

Teamfight Tactics Pisah dari League of Legends, Benarkah Ukuran Gamenya Bakal Lebih Ringan?

Aldonov Danoza - Rabu, 05 Agustus 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Keputusan Riot Games untuk memisahkan Teamfight Tactics (TFT) dari client League of Legends menjadi salah satu perubahan terbesar sepanjang sejarah game auto battler tersebut. Bersamaan dengan migrasi ke Unreal Engine, TFT akan hadir sebagai game PC standalone yang dapat diunduh secara terpisah tanpa perlu memasang League of Legends.

Kabar ini langsung memunculkan pertanyaan baru di kalangan pemain mengenai efisiensi ukuran file instalasinya. Pasalnya, selama ini pemain yang hanya ingin bermain TFT terpaksa mengunduh keseluruhan instalasi League of Legends beserta aset yang tidak pernah digunakan, seperti Summoner's Rift, mode ARAM, hingga data champion yang tidak relevan.

Beban Tambahan dan Potensi Efisiensi Unreal Engine

Banyak pemain mengaitkan perpindahan ke Unreal Engine dengan ukuran game yang jauh lebih besar, padahal anggapan tersebut kurang tepat. Ukuran sebuah game lebih ditentukan oleh jumlah aset seperti tekstur, model 3D, animasi, audio, hingga tingkat kompresi data.

Sebagai game standalone, TFT nantinya hanya perlu membawa aset yang benar-benar digunakan. Aset tersebut meliputi:

  • Champion yang tersedia pada set aktif.

  • Arena dan variasi map khusus TFT.

  • Little Legends dan Tactician.

    Baca Juga :

    Teamfight Tactics Pisah dari League of Legends, Benarkah Ukuran Gamenya Bakal Lebih Ringan?

    League of Legends Classic Bangkitkan Kenangan Era Garena Indonesia

    Riot Sembunyikan Statistik League Classic demi Kembalikan Sensasi Eksperimen

  • Trait, item, efek visual, serta antarmuka khusus TFT.

  • Sistem permainan berbasis Unreal Engine.

Dampak pada League of Legends dan Opsi Pembagian File

Di sisi lain, League of Legends juga berpotensi mendapatkan keuntungan karena tak lagi harus memuat arena TFT, Little Legends, maupun antarmuka khusus auto battler. Jika Riot benar-benar memisahkan seluruh aset tersebut, ukuran instalasi League of Legends juga berpotensi menjadi lebih ramping.

Secara teknis, Riot memiliki dua skenario terkait manajemen file untuk pemain yang memainkan kedua game sekaligus:

  1. Independen Sepenuhnya: Masing-masing game memiliki seluruh file sendiri. Pendekatan ini mempermudah proses pembaruan, tetapi meningkatkan total penggunaan ruang penyimpanan.

  2. Berbagi Resource via Riot Client: Komponen umum seperti sistem login, pustaka jaringan, atau launcher digunakan bersama untuk menghindari penggandaan file.

Fondasi Baru untuk Masa Depan TFT

Bagi pemain yang hanya berfokus pada TFT, pemisahan ini memberikan manfaat jelas karena instalasi menjadi jauh lebih relevan dengan kebutuhan mereka. Sementara bagi pemain yang memainkan keduanya, total ruang penyimpanan mungkin bertambah jika tidak ada mekanisme berbagi aset.

Pada akhirnya, perpindahan Teamfight Tactics ke client standalone bukan sekadar soal menghemat kapasitas penyimpanan. Langkah strategis ini menjadi fondasi baru yang memberikan kebebasan bagi Riot untuk mengembangkan TFT tanpa harus terikat pada batasan teknis engine League of Legends.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait