Soroti Sulitnya Regenerasi Pemain Free Fire Indonesia, Coach Liem Minta Liga Indonesia Kembali Aktif
Coach Liem
Free Fire

Soroti Sulitnya Regenerasi Pemain Free Fire Indonesia, Coach Liem Minta Liga Indonesia Kembali Aktif

MikeApalah - Sabtu, 15 Agustus 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Di tengah persaingan FFWS SEA 2026 Fall yang semakin ketat, persoalan regenerasi pemain menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Bukan hanya soal mencari pemain dengan mekanik bagus, tetapi juga bagaimana menemukan talenta baru yang memiliki cukup pengalaman untuk bersaing di level profesional.

Coach Liem menilai proses tersebut kini semakin sulit dilakukan karena jumlah turnamen di Indonesia tidak sebanyak sebelumnya.

Untuk regenerasi sih cukup sulit ya buat mencari pemain baru. Apalagi turnamen di Indonesia juga sudah berkurang. Kesulitannya di situ, karena turnamennya kurang, jadi buat scouting player juga susah,

ujar Coach Liem.

Menurutnya, keberadaan turnamen domestik memiliki peran penting dalam membuka jalan bagi pemain-pemain baru. Kompetisi menjadi tempat bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memberikan kesempatan kepada tim profesional untuk melakukan scouting.

Ketika jumlah kompetisi berkurang, ruang bagi pemain baru untuk berkembang dan mendapatkan perhatian dari organisasi esports pun ikut menyempit.

Kick off FFWS SEA 2026 Fall
Kick off FFWS SEA 2026 Fall

Coach Liem Usulkan Liga Indonesia Kembali Digelar

Melihat kondisi tersebut, Coach Liem berharap Garena dapat kembali menghadirkan kompetisi dengan format liga nasional seperti yang pernah berlangsung sebelumnya.

Mungkin bisa dibikin Liga Indonesia lagi seperti dulu,

sarannya.

Menurut Coach Liem, ekosistem kompetitif Free Fire Indonesia pada masa lalu memiliki lebih banyak pilihan kompetisi. Selain liga resmi, terdapat pula berbagai turnamen pihak ketiga yang menjadi tempat pemain-pemain baru menunjukkan kemampuan mereka.

Dulu kan banyak turnamen-turnamen Liga Indonesia, ada turnamen third-party juga. Kalau seperti itu jadi lebih gampang sih buat scouting player,

lanjutnya.

Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang tersedia, semakin besar pula peluang tim menemukan pemain potensial di luar nama-nama yang sudah dikenal.

Liga Domestik Bisa Menjadi Fondasi Regenerasi

Usulan Coach Liem pada akhirnya mengarah pada persoalan yang lebih besar: bagaimana menjaga regenerasi pemain Free Fire Indonesia tetap berjalan.

Turnamen domestik tidak hanya berfungsi sebagai ajang perebutan gelar. Kompetisi juga menjadi tempat pemain muda mendapatkan pengalaman bertanding, membangun mental kompetitif, dan menunjukkan kemampuan mereka kepada organisasi profesional.

Bagi tim esports, kompetisi yang rutin juga membuat proses scouting menjadi lebih terukur. Pelatih dapat memantau performa pemain secara berulang, bukan hanya berdasarkan satu pertandingan atau reputasi dari komunitas.

Hal tersebut menjadi semakin penting ketika tim-tim Indonesia harus bersaing dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara yang terus melahirkan talenta baru.

Regenerasi Jadi Pekerjaan Rumah Free Fire Indonesia

Komentar Coach Liem menunjukkan bahwa tantangan Free Fire Indonesia tidak hanya berkaitan dengan performa tim di panggung FFWS SEA. Ada persoalan ekosistem yang perlu dibangun dari level paling bawah.

Jika kompetisi domestik kembali diperbanyak dan memiliki jalur yang jelas menuju level profesional, pemain dari berbagai daerah akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang.

Pada akhirnya, keberadaan liga nasional bukan sekadar tentang menghidupkan kembali kompetisi lama. Lebih jauh, kompetisi tersebut dapat menjadi jalur regenerasi untuk memastikan Free Fire Indonesia tetap memiliki talenta baru yang siap bersaing di level SEA.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait