Wakil Indonesia Masih Tertahan di FFWS SEA 2026 Fall, Siap Bangkit di Pekan Kedua
FFWS SEA 2026 Fall
Free Fire

Wakil Indonesia Masih Tertahan di FFWS SEA 2026 Fall, Siap Bangkit di Pekan Kedua

MikeApalah - Selasa, 18 Agustus 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pekan pertama Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall belum berjalan ideal bagi mayoritas wakil Indonesia. Dari lima tim yang bertanding, hanya RRQ Kazu dan Bigetron by Vitality yang mampu menempatkan diri di lima besar klasemen sementara.

Di saat wakil Indonesia masih berusaha menemukan konsistensi, tim-tim Thailand justru kembali menunjukkan dominasinya. Team Falcons, AG.AL, dan Buriram United Esports masing-masing menempati posisi tiga besar setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan pekan pertama.

Meski demikian, perjalanan menuju Knockout Stage Phase 2 masih terbuka lebar. Pekan kedua yang menjadi penutup Phase 1 akan menjadi momen penting bagi seluruh tim untuk mengamankan posisi 12 besar.

FFWS SEA FALL 2026
FFWS SEA FALL 2026

RRQ Kazu dan Bigetron by Vitality Tampil Stabil

RRQ Kazu menjadi wakil Indonesia dengan posisi terbaik setelah pekan pertama. Dari dua matchday yang dimainkan, RRQ mengumpulkan 162 poin dan menempati peringkat kelima.

Menariknya, RRQ belum sekalipun mendapatkan Booyah. Namun, konsistensi mereka dalam mengamankan eliminasi menjadi kekuatan utama. RRQ mencatatkan 114 poin eliminasi, angka tertinggi di antara seluruh wakil Indonesia.

Posisi RRQ juga cukup dekat dengan Secret WAG yang berada di peringkat keempat dengan 165 poin. Artinya, hanya terdapat selisih tiga poin yang memisahkan keduanya.

Sementara itu, Bigetron by Vitality berada tepat di bawah RRQ dengan 161 poin. BTR berhasil mengamankan satu Booyah serta mencatatkan 98 poin eliminasi dan 63 poin placement.

Baca Juga :

Wakil Indonesia Masih Tertahan di FFWS SEA 2026 Fall, Siap Bangkit di Pekan Kedua

Soroti Sulitnya Regenerasi Pemain Free Fire Indonesia, Coach Liem Minta Liga Indonesia Kembali Aktif

Di Tengah Tren Rombak Roster, RRQ Kazu Justru Pilih Setia: "Kita Percaya Kredibilitas Lima Anak Ini"

Dengan posisi ketujuh, BTR memiliki fondasi yang cukup baik untuk menghadapi pekan kedua. Jika mampu mempertahankan posisi di 12 besar hingga Phase 1 berakhir, mereka berpeluang langsung melanjutkan perjalanan ke Knockout Stage Phase 2 dan memiliki kesempatan lebih awal untuk mengamankan tiket Grand Finals.

ONIC Masih Belum Mendapat Efek Besar dari POOM

ONIC Olympus menempati peringkat kesembilan dengan raihan 146 poin.

Posisi tersebut membuat ONIC masih berada di zona 12 besar, tetapi belum sepenuhnya aman. Mereka hanya memiliki selisih poin yang relatif terbatas dengan tim-tim di bawahnya sehingga konsistensi pada pekan kedua akan sangat menentukan.

ONIC sebelumnya melakukan perubahan besar pada roster dengan mendatangkan Rattapoom "POOM" Sunthalunai dari Thailand. Kehadiran POOM sekaligus menjadi salah satu perubahan paling menarik di skena kompetitif Free Fire Indonesia musim ini.

Namun, dampak perubahan tersebut belum langsung terlihat dalam bentuk posisi papan atas pada pekan pertama. ONIC masih memiliki satu pekan untuk memperbaiki performa dan memastikan perubahan roster yang dilakukan dapat menghasilkan dampak lebih besar.

MBR Omega Punya Peluang Mengejar 12 Besar

Sebagai debutan di FFWS SEA, MBR Omega menunjukkan performa yang cukup menjanjikan.

MBR mengakhiri pekan pertama di peringkat ke-14 dengan 118 poin. Meski belum berada di zona aman, jarak mereka dengan posisi 12 besar masih sangat mungkin dikejar.

MBR hanya terpaut tujuh poin dari Twisted Minds yang saat ini berada di posisi ke-12.

Selain itu, MBR juga mencatatkan sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang meraih Booyah pada FFWS SEA 2026 Fall di pekan pertama.

Dengan jarak yang relatif tipis, MBR memiliki peluang realistis untuk memperbaiki posisi pada pekan kedua dan merebut tempat di 12 besar.

EVOS Divine Dibayangi Tekanan Besar

Situasi berbeda dihadapi EVOS Divine.

Sang juara Esports World Cup: Free Fire 2025 justru mengakhiri pekan pertama di posisi ke-15 dengan 117 poin, hanya terpaut satu angka dari MBR Omega.

Performa EVOS semakin menjadi sorotan karena pada hari ketiga mereka hanya mengumpulkan 36 poin. Raihan tersebut membuat EVOS berada sangat dekat dengan zona terbawah klasemen.

Kehilangan Rasyah dan Reyy menjelang musim baru menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi EVOS. Dengan roster yang mengalami perubahan, Macan Putih masih harus menemukan komposisi dan pola permainan yang paling efektif sebelum memasuki fase kompetisi yang lebih menentukan.

Jika ingin menjaga peluang menuju Grand Finals, EVOS membutuhkan peningkatan performa yang signifikan pada pekan kedua.

Thailand Kembali Kuasai Papan Atas

Sementara wakil Indonesia masih berjuang, tim-tim Thailand kembali menunjukkan kekuatan mereka di FFWS SEA.

Team Falcons menjadi pemuncak klasemen dengan 272 poin, unggul 24 poin dari AG.AL yang mengoleksi 248 poin.

Buriram United Esports melengkapi tiga besar dengan 178 poin, sementara Secret WAG dari Vietnam berada di posisi keempat dengan 165 poin.

Dominasi tersebut menunjukkan bahwa persaingan di papan atas masih cukup berat bagi wakil Indonesia. Namun, selisih poin yang ada belum menjadi alasan untuk menganggap persaingan telah berakhir.

Justru fase yang lebih krusial akan dimulai setelah Phase 1 selesai.

Pekan Kedua Jadi Pertaruhan Wakil Indonesia

Pertandingan 21–23 Agustus 2026 akan menjadi penutup Knockout Stage Phase 1. Hasil dari tiga hari tersebut akan menentukan 12 tim yang berhak langsung melanjutkan perjalanan ke Phase 2.

Bagi RRQ Kazu dan Bigetron, target utamanya adalah mempertahankan posisi mereka di zona aman. ONIC juga perlu menjaga konsistensi agar tidak tergelincir keluar dari 12 besar.

Sementara itu, MBR Omega dan EVOS Divine menghadapi pekerjaan yang lebih berat. Keduanya harus mengejar ketertinggalan sekaligus memanfaatkan setiap peluang untuk memperbaiki posisi.

Tim yang berhasil bertahan di 12 besar Phase 1 akan mendapatkan keuntungan karena dapat langsung tampil di Phase 2 pada pekan berikutnya. Dari fase tersebut, persaingan untuk mendapatkan tiket menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall akan semakin menentukan.

Dengan kata lain, pekan kedua bukan sekadar kesempatan memperbaiki klasemen bagi wakil Indonesia, tetapi juga menjadi penentu apakah mereka mampu mendapatkan jalur yang lebih aman menuju Grand Finals.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait