Artificial intelligence (AI) kini semakin sering digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mencari informasi, membuat gambar, belajar, hingga mengolah berbagai jenis dokumen.
Namun, hasil yang diberikan AI juga sangat bergantung pada bagaimana pengguna memberikan instruksi.
Memberikan pertanyaan secara langsung memang bisa menghasilkan jawaban.
Akan tetapi, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan agar respons AI menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Esports ID coba membagikan sejumlah tips untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal ketika menggunakan chatbot AI seperti ChatGPT dan Claude.
Baca juga:
Asian Games 2026: Timnas MLBB Indonesia Harus Puas dengan Medali Perak

10 Tips Optimalkan AI Versi Esports ID:
1. Berikan Konteks yang Jelas
Salah satu cara sederhana untuk mendapatkan jawaban yang lebih relevan adalah memberikan konteks sebanyak yang diperlukan.
Jangan hanya menjelaskan apa yang ingin dibuat. Sertakan juga informasi mengenai tujuan, kondisi, atau kebutuhan yang berkaitan dengan permintaan tersebut.
Semakin jelas konteks yang diberikan, AI akan memiliki lebih banyak informasi untuk menyesuaikan responsnya.
2. Berikan Contoh
Kalau memiliki gambaran mengenai hasil yang diinginkan, berikan contoh kepada AI.
Contohnya bisa berupa tulisan, data, atau hasil sebelumnya.
AI kemudian dapat menggunakan contoh tersebut sebagai acuan untuk memahami pola dan menghasilkan respons yang sesuai.
Memberikan contoh dapat membantu AI memahami bagaimana informasi yang diberikan sebelumnya ingin diterapkan pada permintaan berikutnya.
3. Tentukan Target Audiens
Sebuah informasi tentu bisa disampaikan dengan berbagai gaya, tergantung siapa yang membacanya.
Karena itu, kamu bisa menjelaskan kepada AI siapa target audiens dari hasil yang ingin dibuat.
Misalnya untuk anak-anak, pekerja profesional, atau kelompok dengan pengetahuan tertentu.
Dengan informasi tersebut, AI dapat menyesuaikan tingkat penjelasan dan gaya bahasa yang digunakan.
4. Berikan Batasan
Memberikan batasan juga dapat membantu mengarahkan hasil AI.
Kamu bisa menentukan jumlah kata, jumlah paragraf, format jawaban, atau aturan lain yang perlu diikuti.
Misalnya, meminta AI membuat penjelasan dalam tiga paragraf atau merangkum sebuah informasi menjadi 100 kata.
AI dapat memberikan hasil yang lebih terarah ketika diminta bekerja dalam batasan tertentu.
5. Minta AI Mengkritik Ide
AI tidak harus selalu digunakan untuk menyetujui atau mengembangkan sebuah ide.
Kamu juga bisa meminta AI memberikan kritik terhadap ide yang sudah dibuat.
Misalnya, mencari kelemahan, potensi masalah, atau pertanyaan yang mungkin belum terpikirkan.
Pendekatan ini dapat membantu melihat sebuah ide dari sudut pandang yang berbeda.
6. Gunakan Pendekatan 80/20
Kalau sedang mempelajari sebuah topik tetapi tidak ingin membaca penjelasan yang terlalu panjang, kamu bisa meminta AI memberikan versi 80/20.
Konsep ini merujuk pada prinsip Pareto, yaitu gagasan bahwa sebagian kecil faktor dapat menghasilkan sebagian besar dampak.
Dalam konteks AI, pendekatan ini dapat digunakan untuk meminta bagian paling penting dari sebuah topik agar bisa dipahami dengan lebih cepat.
Pendekatan tersebut ketika pengguna ingin mendapatkan pemahaman dasar mengenai suatu topik tanpa harus langsung mempelajari semuanya.
7. Minta AI Bertanya Sebelum Menjawab
Untuk permintaan yang cukup kompleks, kamu bisa meminta AI mengajukan pertanyaan klarifikasi terlebih dahulu.
Cara ini berguna ketika instruksi yang diberikan belum sepenuhnya menjelaskan kebutuhanmu.
Dengan bertanya lebih dulu, AI bisa mendapatkan informasi tambahan sebelum menghasilkan jawaban.
Cara ini memang dapat membuat prosesnya sedikit lebih panjang, tetapi bisa mengurangi kebutuhan untuk melakukan banyak koreksi pada percakapan berikutnya.
8. Minta Feedback
AI juga dapat digunakan sebagai pemberi masukan terhadap tulisan yang sudah kamu buat.
Alih-alih langsung meminta AI menulis ulang, kamu bisa meminta feedback mengenai tata bahasa, tone, struktur, hingga keterbacaan tulisan.
Dengan begitu, pengguna tetap dapat mempertahankan tulisannya sendiri sambil mendapatkan masukan mengenai bagian yang perlu diperbaiki.
9. Masukkan Bahan yang Sudah Kamu Punya
AI tidak selalu harus digunakan untuk membuat sesuatu dari nol.
Kamu bisa memberikan teks, catatan, atau dokumen yang sudah dimiliki, kemudian meminta AI mengolahnya sesuai kebutuhan.
Misalnya menyederhanakan penjelasan, menerjemahkan teks, atau membuat versi yang lebih mudah dipahami.
Kalian bisa menyalin teks dari sumber lain atau mengunggah dokumen untuk kemudian diproses oleh AI.
10. Jangan Berhenti di Jawaban Pertama
Mendapatkan jawaban pertama bukan berarti prosesnya selesai.
Kalau hasilnya belum sesuai, berikan instruksi lanjutan mengenai bagian yang ingin diubah, ditambahkan, atau dikurangi.
AI dapat menggunakan respons sebelumnya sebagai titik awal untuk menghasilkan versi berikutnya.
Pendekatan bertahap ini, termasuk memberikan informasi tambahan dan melakukan penyempurnaan terhadap hasil yang sudah dibuat.
Jadi, Bagaimana Cara Mendapatkan Hasil AI yang Lebih Maksimal?

Pada akhirnya, menggunakan AI bukan hanya soal memberikan pertanyaan, tetapi juga bagaimana menyampaikan kebutuhan dengan jelas.
Memberikan konteks, contoh, target audiens, batasan, hingga feedback dapat membantu mengarahkan AI menuju hasil yang lebih sesuai.
Kamu juga tidak harus menerima jawaban pertama begitu saja karena hasilnya masih bisa dikembangkan melalui instruksi lanjutan.
Dengan memahami cara memberikan instruksi yang tepat, AI bisa menjadi alat yang lebih fleksibel untuk membantu berbagai kebutuhan sehari-hari.
Selain berita di atas, yuk simak podcast Esports ID “Nongki di Lobby” di bawah ini. Selamat menonton!
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/LIhlMQC3xvI?si=UpZCcLRrq0TT2pF2" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>