Organisasi esports raksasa asal Korea Selatan, Dplus KIA, tengah menghadapi salah satu masa paling sulit dalam sejarah perjalanannya di industri game. Tim legendaris yang dikenal sebagai jawara dunia League of Legends tahun 2020 itu dikabarkan mengalami keterlambatan pembayaran gaji kepada para pemainnya.
Kondisi pelik ini mencuat ke publik di tengah kabar bahwa organisasi sedang berada dalam proses akuisisi oleh calon pemilik baru. Laporan yang pertama kali diangkat oleh media lokal Korea Daily eSports ini langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan komunitas kompetitif LCK.
Pernyataan Resmi Pihak Manajemen Terkait Kendala Finansial
Le club @DplusKia ???????? en difficulté financière.
— Varizan (@VarizanTom) July 16, 2026
Les joueurs de l’équipe LoL, en LCK, auraient du retard sur le paiement de leurs salaires (via @kenzi131)
En avril 2026, la structure qui opère le club, AD Esports https://t.co/WjHOw884Z5 a publié son bilan 2025 :
- Revenus :… pic.twitter.com/c7AWrHHPzX
Tidak ingin spekulasi liar berkembang semakin jauh, pihak manajemen Dplus KIA akhirnya langsung mengeluarkan pernyataan resmi untuk memberikan klarifikasi. Mereka mengakui adanya keterlambatan hak pemain tersebut karena kendala administratif yang terjadi selama proses transisi kepemilikan.
Saat ini kami sedang menjalani proses penjualan perusahaan untuk memastikan pertumbuhan organisasi, para pemain, dan masa depan yang berkelanjutan. Dalam proses tersebut terjadi keterlambatan pembayaran gaji kepada beberapa pemain League of Legends. Kami meminta maaf dengan tulus kepada para pemain, staf, penggemar, serta seluruh pihak yang terdampak.
Dplus KIA, Pernyataan Resmi Organisasi
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa mereka sudah membangun komunikasi yang jujur dan transparan bersama seluruh jajaran pemain yang terdampak. Seluruh sisa kewajiban pembayaran dipastikan akan langsung dilunasi setelah proses birokrasi penjualan perusahaan rampung.
Sejarah Panjang Tim Juara dan Potensi Sanksi Regulasi LCK
Krisis finansial ini menjadi sorotan yang sangat tajam mengingat reputasi besar Dplus KIA di kancah global saat masih bernama DAMWON Gaming. Nama-nama besar seperti ShowMaker hingga Canyon tercatat pernah membela tim ini hingga berhasil mendominasi panggung turnamen World Championship.
Kamu perlu tahu bahwa jika masalah penundaan upah ini berjalan berlarut-larut, Dplus KIA bisa saja terancam hukuman berat dari pihak penyelenggara liga. Berdasarkan regulasi ketat LCK dan Riot Games, setiap tim peserta diwajibkan penuh untuk memenuhi hak kontraktual para pemainnya tepat waktu.
Kami sedang bekerja keras agar seluruh pembayaran yang tertunda dapat diselesaikan sesegera mungkin dan akan terus memberikan informasi secara transparan mengenai perkembangan situasi ini.
Dplus KIA, Pernyataan Resmi Organisasi
Suntikan Dana Investor Baru Sebagai Kunci Kebangkitan Tim
Meningkatnya biaya operasional serta nilai kontrak pemain di skena Korea Selatan memang memaksa banyak klub untuk memutar otak mencari model bisnis baru. Langkah penjualan saham organisasi kepada pihak luar dinilai menjadi solusi paling realistis untuk menyelamatkan masa depan tim.
Kehadiran sosok investor baru ini diharapkan bisa menjadi angin segar yang memperkuat struktur permodalan Dplus KIA untuk musim-musim kompetisi ke depan. Kini, para penggemar setia hanya bisa berharap proses akuisisi tersebut bisa berjalan kilat agar fokus tim bisa kembali sepenuhnya ke dalam arena pertandingan.

