Sony masih memilih bungkam setelah gelombang protes dari komunitas gamer terkait keputusan perusahaan menghentikan produksi cakram fisik (physical disc) untuk seluruh game PlayStation baru mulai Januari 2028 terus membesar.
Hingga awal pekan ini, petisi bertajuk Don't Kill the Disc telah mengumpulkan lebih dari 165 ribu tanda tangan di Change.org. Hal tersebut menjadikannya salah satu aksi protes terbesar dari komunitas PlayStation dalam beberapa tahun terakhir.
Respons Kebijakan 1 Juli dan Kekhawatiran Hilangnya Hak Kepemilikan Konsumen
Petisi tersebut digagas oleh PNP Games, sebuah peritel game asal Kanada yang selama ini masih menjual game fisik. Aksi tersebut muncul sebagai respons atas pengumuman Sony pada 1 Juli 2026 yang memastikan seluruh game PlayStation baru setelah Januari 2028 hanya akan tersedia dalam format digital atau boks berisi kode unduhan tanpa cakram.
Bagi para pendukung media fisik, keputusan tersebut dianggap menghilangkan hak kepemilikan konsumen atas game yang mereka beli. Mereka berpendapat bahwa cakram fisik memberikan kebebasan penuh kepada pemain, sedangkan lisensi digital dinilai hanya memberikan hak akses yang sewaktu-waktu dapat dicabut sepihak.
Pada 1 Juli 2026, Sony mengumumkan akan menghentikan produksi cakram fisik untuk seluruh game PlayStation baru mulai Januari 2028. Game baru akan dijual secara digital, atau dalam bentuk kotak yang hanya berisi kode unduhan tanpa cakram di dalamnya. Sebuah cakram adalah game sungguhan yang benar-benar Anda miliki. Anda dapat meminjamkannya, menukarnya, menjualnya kembali, menghadiahkannya, mengoleksinya, atau mewariskannya kepada anak-anak Anda. Kotak yang hanya berisi kode unduhan bukanlah hal yang sama. Itu hanyalah lisensi digital dalam kemasan plastik. Anda tidak benar-benar memilikinya. Anda hanya menyewa akses yang sewaktu-waktu bisa dicabut, dan sudah ada kasus film maupun game yang dihapus dari perpustakaan digital pengguna.
â Pernyataan resmi petisi Don't Kill the Disc
Ancaman terhadap Sektor Ekonomi Industri dan Hilangnya Lapangan Pekerjaan
Selain menyoroti isu kepemilikan digital, petisi tersebut juga mengangkat dampak ekonomi dari keputusan Sony. Menurut penggagasnya, hilangnya distribusi game fisik akan memengaruhi banyak sektor industri, mulai dari peritel, distributor, manufaktur, pergudangan, logistik, pasar game bekas, hingga komunitas kolektor dan pelestarian game.
Ini juga soal lapangan pekerjaan. Game fisik mendukung seluruh ekosistem industri yang akan perlahan menghilang jika masa depan sepenuhnya digital benar-benar terjadi, mulai dari peritel, distributor, manufaktur, pergudangan dan logistik, pasar game bekas serta tukar tambah, hingga komunitas kolektor dan pelestarian game. Itu berarti ribuan pekerjaan dan tak terhitung jumlahnya bisnis kecil yang terdampak.
Gelombang Penolakan Pelanggan Setia dan Sikap Diam Media Sosial PlayStation
Seiring meningkatnya jumlah dukungan, kolom komentar petisi dipenuhi berbagai tanggapan dari pemain PlayStation yang menyatakan kekhawatiran mereka. Salah satu komentar datang dari seorang penandatangan bernama Stephen yang menegaskan penolakannya untuk mendukung kebijakan baru ini.
Saya adalah gamer yang mencintai media fisik, dan saya menolak mendukung perusahaan game mana pun yang mengatakan bahwa saya tidak memiliki pilihan untuk memiliki media fisik. Saya berharap Sony membatalkan keputusan ini. Namun jika tidak, maka mereka tidak akan lagi mendapatkan bisnis dari saya setelah Januari 2028.
â Stephen, penandatangan petisi Don't Kill the Disc
Menariknya, di tengah membesarnya gelombang protes, akun resmi PlayStation di media sosial X justru berhenti mengunggah konten baru sejak pengumuman penghentian game fisik tersebut pada 1 Juli 2026. Padahal sebelumnya akun tersebut hampir setiap hari membagikan informasi mengenai game terbaru, promosi, maupun berbagai pembaruan dari ekosistem PlayStation.
Klarifikasi Aturan Cetak Ulang Game Lama dan Tanggapan Hideo Kojima
Important updates:
— PlayStation (@PlayStation) July 1, 2026
News on physical discs for new games - https://t.co/BzZODXdWGY
News on PlayStation Store on PS3 and PS Vita - https://t.co/ev3mN6wj14 pic.twitter.com/PWXTZGHAh6
Meskipun memicu kontroversi, Sony sebelumnya telah memberikan klarifikasi kepada para pengembang bahwa mereka masih diperbolehkan memproduksi cakram fisik untuk game yang dirilis sebelum Januari 2028. Dengan kata lain, kaset untuk judul game lama masih bisa dicetak ulang sesuai dengan permintaan pasar.
Keputusan ekstrem Sony ini juga menuai reaksi dari berbagai tokoh industri game, termasuk kreator legendaris Hideo Kojima. Sang kreator mengaku sedih melihat berakhirnya era media fisik dan menyampaikan kekhawatirannya terhadap masa depan pelestarian game apabila industri sepenuhnya beralih ke layanan digital maupun cloud gaming.