Kembalinya Adam ke skuad ONIC untuk melanjutkan perjuangan di FFWS SEA 2026 Fall bukan sekadar keputusan teknis. Di balik perubahan roster tersebut, ada proses panjang yang melibatkan kesiapan mental, evaluasi personal, hingga penyamaan kembali visi antara sang pemain dan tim.
Coach Ahmad Fadly Masturoh (AFM) sebelumnya memang sempat menyebut bahwa Adam memiliki peluang untuk kembali ke skuad utama, tetapi semuanya bergantung pada kesiapan sang pemain.
Kini, keputusan tersebut akhirnya terealisasi.
Menurut Coach AFM, Adam memang membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi setelah melewati periode penuh tekanan pada musim sebelumnya. Kembalinya sang pemain pun dilakukan setelah kondisi mental dan motivasinya dianggap sudah lebih siap.
Adam Tidak Gagal karena Kualitas Permainan
Coach AFM menegaskan bahwa absennya Adam dari skuad utama pada musim sebelumnya bukan semata-mata karena kualitas permainan yang dianggap tidak memenuhi standar.
Keduanya bahkan sudah bekerja sama selama bertahun-tahun sehingga Coach AFM memahami karakter serta kemampuan Adam dengan cukup baik.
“Adam dan saya sudah bekerja bersama selama bertahun-tahun. Pada season sebelumnya, dia tidak lolos trial dari sisi out-game. Setelah melalui banyak tekanan dan hasil yang kurang baik, dia memang membutuhkan waktu untuk beristirahat.”
Istilah out-game menjadi salah satu poin penting dalam proses tersebut. Artinya, persoalan yang dihadapi Adam tidak sepenuhnya berkaitan dengan kemampuan mekanik atau performa ketika bertanding.
Ada aspek lain di luar permainan yang dinilai perlu dibenahi sebelum dirinya kembali mendapatkan kepercayaan untuk memperkuat ONIC.
Adam Butuh Waktu untuk Memulihkan Mental
Menurut Coach AFM, setelah melalui periode yang cukup berat, Adam memang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan mengembalikan kondisi mentalnya.
Bagi tim yang bermain di level kompetitif tinggi seperti ONIC, kesiapan mental menjadi faktor yang tidak kalah penting dibanding kemampuan mekanik.
“Itu bukan berarti kualitasnya tidak cukup untuk ONIC. Dia hanya perlu kembali ketika semangat dan mentalitasnya sudah siap.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ONIC tidak melihat masa istirahat Adam sebagai sebuah kegagalan.
Sebaliknya, jeda tersebut menjadi bagian dari proses untuk memastikan sang pemain dapat kembali ketika dirinya benar-benar siap menghadapi tekanan pertandingan.
ONIC Kembali Butuh Rusher Mematikan, Adam Solusinya
Keputusan Adam kembali juga tidak terlepas dari kebutuhan komposisi ONIC di FFWS SEA 2026 Fall.
Setelah menjalani fase awal turnamen dengan sejumlah perubahan roster, ONIC membutuhkan tambahan kekuatan di posisi depan.
Situasi tersebut membuat Coach AFM kembali menghubungi Adam.
“Karena saat ini kami membutuhkan pemain di posisi depan, saya menghubunginya. Kami berbicara dan memperbarui kembali visi serta misi kami.”
Percakapan tersebut menjadi titik penting dalam proses comeback Adam.
Bukan hanya soal apakah Adam siap bermain lagi, tetapi juga bagaimana dirinya kembali memiliki pemahaman yang sama dengan tim mengenai target dan arah permainan ONIC.

Visi dan Misi Kembali Disatukan
Salah satu hal menarik dari proses comeback Adam adalah adanya pembaruan komunikasi antara pemain dan pelatih.
Setelah periode istirahat, keduanya kembali membicarakan visi dan misi yang ingin dicapai bersama.
Hal ini penting karena perubahan kondisi pribadi seorang pemain juga dapat memengaruhi cara ia melihat kompetisi, tim, dan target yang ingin dicapai.
Coach AFM menilai Adam kini berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang kondisinya sudah lebih fresh. Sebelumnya jadwalnya cukup padat dan dia mungkin membutuhkan waktu untuk beristirahat.”
Dengan kondisi yang lebih segar, Adam diharapkan dapat kembali memberikan kontribusi tanpa membawa beban dari periode sebelumnya.
Mental Pemain Sama Pentingnya dengan Skill
Salah satu poin paling menarik dari penjelasan Coach AFM adalah pandangannya mengenai kondisi mental pemain.
Menurutnya, kompetisi esports profesional tidak hanya menguji kemampuan mekanik. Ketika sebuah tim terus mengalami kekalahan, tekanan tersebut dapat memengaruhi kondisi psikologis seluruh anggota tim, termasuk pelatih.
“Dalam kompetisi, menjaga mental sama pentingnya dengan menjaga kemampuan bermain. Kalau terus mengalami kekalahan, bukan hanya pemain, coach juga bisa ikut goyah.”
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa beratnya tekanan yang harus dihadapi tim profesional.
Rentetan kekalahan dapat memengaruhi kepercayaan diri, pengambilan keputusan, komunikasi, hingga hubungan antarpemain. Karena itu, memberikan waktu istirahat kepada pemain terkadang menjadi bagian penting dari proses membangun kembali performa.
Kembalinya Adam Jadi Suntikan Baru untuk ONIC
Dengan kondisi yang lebih fresh dan kebutuhan posisi yang sesuai, comeback Adam berpotensi memberikan dimensi baru dalam permainan ONIC.
Pengalamannya bekerja bersama Coach AFM selama bertahun-tahun juga menjadi keuntungan tersendiri. Keduanya sudah memahami cara kerja masing-masing, sehingga proses adaptasi seharusnya tidak dimulai dari nol.
Namun, tantangan sebenarnya baru akan terlihat ketika Adam kembali tampil dalam pertandingan resmi.
ONIC saat ini membutuhkan lebih dari sekadar pemain yang mampu bermain secara individu. Mereka membutuhkan sosok yang mampu menjaga komunikasi, memberikan ruang bagi rekan setim, dan tetap tenang ketika pertandingan berada dalam tekanan tinggi.
Comeback Adam Bisa Jadi Titik Balik ONIC
Kembalinya Adam menjadi salah satu cerita menarik dalam perjalanan ONIC di FFWS SEA 2026 Fall.
Di tengah persaingan ketat dan tuntutan untuk melaju ke Grand Finals, ONIC kini mendapatkan kembali pemain yang sudah memahami sistem mereka dari dalam.
Lebih dari sekadar pergantian roster, comeback tersebut menunjukkan bahwa dalam esports profesional, pemulihan mental dan kesiapan personal dapat menjadi bagian penting dari perjalanan seorang pemain untuk kembali ke level tertinggi.
Adam kini memiliki kesempatan kedua untuk membuktikan kemampuannya.
Dan bagi ONIC, mungkin inilah waktu yang tepat untuk melihat apakah pemain yang sempat membutuhkan jeda tersebut bisa kembali menjadi bagian penting dari perjalanan mereka menuju panggung terbesar FFWS SEA 2026 Fall.
Kembalinya Adam bukan hanya soal siapa yang masuk ke dalam roster, tetapi tentang apakah seorang pemain yang telah melewati masa sulit mampu menemukan kembali kepercayaan dirinya bersama tim.