Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Faker, ZywOo, dan xQc Sabet Penghargaan di Esports Awards of the Decade
Other

Faker, ZywOo, dan xQc Sabet Penghargaan di Esports Awards of the Decade

Aldonov Danoza - Selasa, 26 Agustus 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Esports Awards menggelar seremoni spesial bertajuk Decade Awards pada 24 Agustus di Riyadh, Arab Saudi, untuk merayakan satu dekade pencapaian dalam industri esports global. Acara ini menyoroti sosok pemain, tim, organisasi, hingga momen yang paling berpengaruh dalam sepuluh tahun terakhir.

Pemenang Penghargaan dari Berbagai Kategori

League of Legends dinobatkan sebagai Esports Game of the Decade, sementara Riot Games meraih Esports Publisher of the Decade. Di kategori individu, bintang T1 Lee “Faker” Sang-hyeok menyabet penghargaan PC Player of the Decade, menegaskan statusnya sebagai "GOAT" esports.

Sementara itu, Mathieu “ZywOo” Herbaut meraih penghargaan Breakthrough Player of the Decade berkat kiprahnya di Counter-Strike: Global Offensive. Félix “xQc” Lengyel mendominasi kategori Streamer of the Decade.

Kontroversi dan Perkembangan Industri Esports

Sejak pertama kali digelar pada 2015, Esports Awards memang menjadi ajang penghargaan paling bergengsi dalam industri kompetitif ini. Namun, edisi 2025 kembali memunculkan sejumlah kritik, seperti kemitraan dengan Esports World Cup Foundation yang memicu tuduhan sportswashing.

Selain itu, beberapa kategori tradisional justru dihilangkan, termasuk Esports Journalist of the Decade. Padahal, peran jurnalis esports dianggap vital dalam membangun ekosistem industri.

Meskipun diwarnai kontroversi, Esports Decade Awards 2025 tetap menegaskan betapa pesatnya transformasi esports dalam satu dekade terakhir. Dari pertumbuhan ekosistem League of Legends hingga dominasi game FPS seperti CS:GO dan VALORANT, industri ini berkembang menjadi salah satu pilar utama hiburan digital global.

Dengan dukungan sponsor besar seperti Intel dan Riot Games, serta keterlibatan streamer berpengaruh seperti xQc, esports kini bukan lagi sekadar kompetisi game, melainkan fenomena budaya yang mendunia.

Baca Juga :

Esports Awards 2026 Buka Voting, Ini Daftar Lengkap Nominasi Game, Pro Player, hingga Content Creator Terbaik

Superhuman Jadi Anthem Resmi VCT Pacific Stage 2 2026, Riot Gandeng Audrey Nuna

Teamfight Tactics Pisah dari League of Legends, Benarkah Ukuran Gamenya Bakal Lebih Ringan?

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait