Tiga dekade setelah Nvidia berada di ambang kehancuran, CEO Nvidia Jensen Huang akhirnya kembali bertemu dengan sosok yang berperan besar dalam menyelamatkan perusahaan tersebut. Momen emosional itu terjadi dalam sebuah acara kolaborasi antara Nvidia dan Sega di Tokyo, Jepang.
Pertemuan bersejarah ini berlangsung di bekas gedung Sega Akihabara Arcade yang kini dikenal sebagai GiGO Akihabara 3. Di lokasi tersebut, Huang bertemu kembali dengan Shoichiro Irimajiri, mantan Presiden Sega yang pada pertengahan 1990-an memutuskan menyuntikkan dana investasi sebesar 5 juta dolar AS saat Nvidia mengalami krisis keuangan hebat.
Jika dikonversi menggunakan kurs saat ini yang berada di angka Rp18.000 per USD, dana penyelamat tersebut setara dengan Rp90 miliar dari nilai aslinya sebesar 5 juta dolar AS. Acara ini juga dihadiri oleh CEO Sega Haruki Satomi, COO Sega Shuji Utsumi, serta kreator legendaris Virtua Fighter, Yu Suzuki.
Kisah Kegagalan Chip NV1 dan Titik Balik RIVA 128
???NVIDIA?????30??????3D??????????????????????????????????NVIDIA???????????????????????????????????????????????????NVIDIA?????????500?????5??????????????… pic.twitter.com/A8Reuc7y2Q
— ????????????? (@SEGA_OFFICIAL) July 15, 2026
Pada pertengahan era 1990-an, Nvidia sempat mengalami kegagalan komersial yang besar setelah produk chip grafis NV1 mereka tidak diterima oleh pasar. Situasi kamu ketahui semakin memburuk ketika Sega memutuskan untuk tidak menggunakan arsitektur teknologi Nvidia untuk konsol legendaris mereka, Dreamcast.
Alih-alih membiarkan Nvidia gulung tikar, Shoichiro Irimajiri justru meyakinkan manajemen Sega untuk tetap mengucurkan dana segar. Dana talangan itulah yang memberikan napas tambahan bagi Nvidia untuk merestrukturisasi perusahaan hingga berhasil melahirkan produk GPU sukses, RIVA 128.
Penjualan masif dari RIVA 128 langsung menjadi titik balik utama yang membawa Nvidia keluar dari masa-masa sulit. Hubungan bisnis ini juga berbuah manis bagi Sega, di mana investasi awal mereka bernilai 5 juta dolar AS melonjak menjadi sekitar 15 juta dolar AS (sekitar Rp270 miliar) saat sahamnya dijual pada tahun 2000.
Terima kasih karena telah menyelamatkan Nvidia. Investasi sebesar 5 juta dolar itu memberi kami kesempatan untuk tetap hidup. Tanpa bantuan tersebut, mungkin Nvidia tidak akan ada hari ini.
Jensen Huang, CEO Nvidia
Kerja Sama Baru Teknologi AI untuk Game Masa Depan Sega
Momen reuni hangat di Tokyo ini sekaligus menjadi penanda babak baru hubungan kerja sama antara kedua raksasa teknologi tersebut. Nvidia dan Sega secara resmi mengumumkan kolaborasi teranyar yang melibatkan implementasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam game-game masa depan.
Proyek ini mencakup pemanfaatan lini system-on-chip (SoC) terbaru bernama Nvidia RTX Spark yang dirancang khusus untuk perangkat Windows tipis dan desktop ringkas. Teknologi mutakhir tersebut nantinya akan langsung disematkan untuk mendukung proyek game Virtua Fighter Crossroads serta deretan judul seru Sega lainnya.
Kini, Nvidia telah menjelma menjadi salah satu ekosistem komputasi AI, pusat data, dan robotika paling bernilai di seluruh dunia. Langkah berani yang diambil oleh Irimajiri tiga dekade lalu terbukti bukan sekadar menyelamatkan sebuah startup kecil, melainkan ikut membidani lahirnya raksasa teknologi paling berpengaruh di dunia.

