Keputusan Sony untuk mengakhiri produksi cakram fisik (disc) bagi seluruh game PlayStation mulai Januari 2028 terus menuai reaksi keras dari berbagai pihak. Setelah pengumuman resmi disampaikan awal Juli, kini organisasi perdagangan hiburan Inggris, Entertainment Retailers Association (ERA), secara terbuka mengecam langkah tersebut.
Pihak Sony sendiri berargumen bahwa perubahan ini merupakan respons langsung terhadap tren pasar yang semakin mengarah ke distribusi digital. Namun, ERA menilai penghapusan media fisik secara total justru menghilangkan hak kebebasan memilih yang selama ini dipegang penuh oleh konsumen.
Data Pasar Game Fisik dan Keunggulan Hak Kepemilikan Cakram
Berdasarkan data riset milik ERA, sekitar 25 persen gamer berusia di bawah 25 tahun di Inggris ternyata masih aktif menggunakan disc sebagai media bermain utama. Bahkan, nilai perputaran pasar game fisik di negara tersebut masih mampu menembus angka di atas 300 juta pound sterling dalam setahun terakhir.
Kamu perlu tahu bahwa media fisik memiliki banyak manfaat yang tidak dapat digantikan oleh lisensi digital, seperti kemudahan meminjamkan game ke teman hingga aspek pelestarian sejarah. Sebaliknya, lisensi digital dinilai sangat terbatas karena sepenuhnya bergantung pada kebijakan sepihak platform dan bisa dicabut sewaktu-waktu.
"Pengumuman PlayStation bahwa game-game besar tidak lagi tersedia dalam bentuk disc merupakan kemenangan kenyamanan korporasi di atas kebebasan memilih konsumen. Setiap tahun, jutaan gamer masih memilih membeli salinan fisik karena mereka menghargai kepemilikan yang sesungguhnya. Sebuah disc bisa dipinjamkan kepada keluarga, dijual kembali, dikoleksi, dilestarikan, dan yang terpenting masih bisa dimainkan bertahun-tahun kemudian. Lisensi unduhan sering kali tidak memberikan kebebasan-kebebasan tersebut." Kim Bayley, CEO Entertainment Retailers Association (ERA)
Dampak Buruk Bagi Industri Ritel dan Keberadaan Pasar Barang Bekas
Keberadaan produk berbentuk kotak (boxed edition) selama ini menjadi salah satu magnet utama yang mendatangkan arus pengunjung ke toko-toko ritel offline. Hilangnya opsi cakram fisik ini otomatis berpotensi memotong sumber pemasukan penting peritel sekaligus mematikan ekosistem pasar game bekas yang ekonomis.
Sejumlah pengamat industri turut menilai bahwa sistem distribusi digital penuh hanya akan memberikan kontrol harga mutlak di tangan pihak penerbit game. Kondisi ini membuat kamu sebagai konsumen kehilangan kesempatan mendapatkan variasi harga yang lebih terjangkau melalui kompetisi pasar retail.
"Peritel melihat permintaan itu setiap hari. Game fisik masih membawa orang datang ke toko dan memberikan nilai nyata bagi konsumen melalui hadiah, koleksi, serta penjualan kembali. Industri seharusnya mendukung setiap cara yang sah bagi konsumen untuk membeli game, bukan justru mempersempit pilihan mereka." Kim Bayley, CEO Entertainment Retailers Association (ERA)
Petisi Ratusan Ribu Tanda Tangan dan Sikap Tegas Regulator Eropa

Meskipun gerakan petisi penolakan di wilayah Eropa telah berhasil mengumpulkan ratusan ribu tanda tangan, peluang Sony mengubah kebijakan dinilai sangat kecil. Pabrik produksi cakram terbesar milik Sony di Austria bahkan dilaporkan sudah mulai dialihfungsikan untuk memproduksi perangkat teknologi lensa mikro optik.
Di sisi lain, Komisioner Uni Eropa menyatakan bahwa perusahaan game pada dasarnya memiliki kebebasan penuh dalam menentukan metode distribusi produk mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa badan regulator tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk memaksa Sony agar tetap memproduksi game fisik.
"Distribusi digital telah mengubah industri game dan memang sangat populer, tetapi seharusnya melengkapi format fisik, bukan menggantikannya. Konsumen berhak memiliki kebebasan untuk memilih bagaimana mereka membeli hiburan. Menghapus disc bukanlah sebuah kemajuan, melainkan hanya menghilangkan pilihan. Itu buruk bagi gamer, buruk bagi peritel, dan pada akhirnya buruk bagi kesehatan jangka panjang serta pelestarian industri game." Kim Bayley, CEO Entertainment Retailers Association (ERA)